Cocoaland. Yap seperti namanya tempat ini merupakan pusatnya coklat. Semua yang berhubungan dengan coklat ada disini, dari proses pembuatan sampai hasil akhir. Cocoaland juga memberikan tempat bagi generasi muda dan perempuan Bali untuk berkarya membuat coklat. Cocoaland juga menjual berbagai jajanan coklat,hiasan dan juga sabun dan aroma terapi, tentu saja generasi muda dan perempuan Bali ikut dalam proses pembuatan dan pemasaran.
Generasi muda dan perempuan Bali berperan besar dalam usaha coklat ini. Di cocoaland ini, generasi muda khususnya perempuan bisa memanfaatkan skill mereka memanfaatkan kekayaan alam mereka yaitu buah kakao yang kemudian diolah jadi coklat. Dengan kekayaan buah kakao mereka, mereka bisa memanfaatkannya untuk bahan baku pembuatan coklat. Kemudian melalui produk mereka bisa menarik pembeli baik dari skala lokal sampai ke ranah internasional. Dalam bekerja, mereka tidak membedakan gender, laki-laki dan perempuan bisa ikut berkontribusi sesuai kapasitas dan kemampuan mereka masing-masing. Mereka bisa berkontribusi dalam proses pembuatan, marketing, edukasi ke para pengunjung, penjualan lokal maupun sosial media, maupun pembuatan konten untuk menarik para pengunjung agar mengunjungi cocoaland.
Keberadaan cocoaland menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Oleh karena itu, cocoaland bisa membantu membuka lapangan pekerjaan dan memberdayakan pemuda lokal. Hal ini tentunya bisa meningkatkan ekonomi masyarakat lokal sehingga perlu adanya pelatihan untuk generasi-generasi muda untuk keberlanjutan cocoaland.
Desa Adat Penglipuran, desa yang terkenal dengan kebersihan dan keramahan masyarakat lokal. Di sini kita diajak untuk bereksplorasi ke rumah-rumah dengan khas budaya Bali yang sudah diturunkan dari generasi ke generasi. Di setiap rumah-rumah warga, kita bisa menemukan berbagai dagangan yang mereka jual seperti pakaian adat Bali, kuliner khas Desa Penglipuran seperti minuman cem-cem dan kacang Bali. Tentu saja lengkap dengan pura di setiap rumah warga.
Selama kami berkunjung ke situ, kami jarang melihat muda-mudi yang terlibat dalam Wisata Desa Penglipuran. Rata-rata kami melihat bahwa yang menjaga dan berjualan di Desa Penglipuran merupakan masyarakat lokal yang sudah sepuh. Peran generasi muda sangat penting dalam menjaga Desa Adat Penglipuran agar tetap dikenal banyak orang. Desa Adat Penglipuran masih memiliki Budaya Bali yang kental sehingga masih kebiasaan hidup masyarakat disana cukup tradisional. Generasi muda bisa ikut berkontribusi dengan mempelajari budaya Desa Penglipuran kemudian mempromosikannya ke wisatawan melalui media sosial. Selain itu, warisan budaya Penglipuran bisa diturunkan ke anak-anak mereka dengan tetap menjaga kebudayaanya. Di Desa Penglipuran, perempuan Bali yaitu masyarakat lokal aktif dalam menjaga budaya dan mempromosikan Desa Penglipuran ke masyarakat luas
Desa Penglipuran menjadi salah satu representasi Bali. Desa yang terkenal dengan budaya masyarakat yang kental, kebersihan, dan keramahan masyarakat lokal. Di sini kita bisa melihat keindahan Bali melalui Desa Penglipuran. Namun, peran generasi muda masih sangat minim.
GWK (Garuda Wisnu Kencana) adalah sebuah taman budaya dan wisata yang terkenal di Bali, yang menjadi ikon karena patung raksasa Dewa Wisnu menunggangi Garuda. Patung GWK sendiri menjadi simbolisasi budaya Bali. Tidak hanya itu, di dalamnya juga terdapat seni pertunjukan Tari Kecak yang dimainkan oleh para generasi muda dan perempuan Bali. GWK merupakan salah satu tempat wisata terbesar di Bali
Generasi muda Bali aktif terlibat dalam berbagai kegiatan budaya yang diselenggarakan di GWK. Misalnya, dalam Tari Kecak para pemuda berpartisipasi menciptakan karya seni berdasarkan cerita rakyat Bali. Kegiatan ini tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mendorong kreativitas dan inovasi di kalangan generasi muda . Perempuan Bali memiliki peran dalam seni dan budaya, baik sebagai pelaku maupun pelestari tradisi. Di GWK, mereka terlibat dalam pertunjukan tari tradisional. Perempuan ini tidak hanya menampilkan keindahan seni tari, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai spiritual dan budaya kepada penonton .
GWK menjadi salah satu tempat yang harus dikunjungi di Bali. Tempat yang lengkap dengan budaya Bali seperti Tarian yang dipersembahkan, cerita mitologi dengan filosofi mendalam. Generasi muda dan perempuan Bali berperan besar dalam menyebarkan budaya Bali melalui tempat wisata ini
Tari Barong, tari Barong adalah salah satu kebudayaan yang sering diasosiasikan dengan hal spiritual. Bila melihat sejarahnya, tarian ini menggambarkan pertempuran klasik antara kebaikan dengan kejahatan. Dalam kepercayaan masyarakat Bali, Barong merupakan salah satu tokoh yang wujudnya menyerupai singa. Barong dianggap sebagai raja roh yang mewakili kebajikan atau dikenal juga sebagai sosok malaikat pelindung.
Tari Barong merupakan salah satu tarian yang kental dengan budaya Bali. Dalam hal ini, para generasi muda dan perempuan Bali ikut serta dalam melestarikan budaya Bali lewat pertunjukan yang mereka berikan. Mereka sangat antusias dalam memberikan pertunjukan Tari Barong ini agar tetap terlihat bagus dan para penonton dapat menikmati pertunjukan Tari Barong. Tantangan yang dihadapi oleh generasi muda Bali agar Tari Barong tetap dikenal dan dihargai, baik di Bali maupun di luar negeri yaitu dengan tetap mempertunjukkannya ke seluruh masyarakat serta tetap mengajarkan tarian ini ke penerus dan tarian ini tidak boleh dimodifikasi terlalu banyak karena harus tetap menjaga kemurnian dan estetika dari tarian itu.
Pura Tanah Lot adalah salah satu Pura yang sangat disucikan di Bali dan sekaligus menjadi destinasi wisata. Para generasi muda dan perempuan Bali memiliki peran penting dalam melesatarikan budaya dan tetap menjaga kesucian Pura ini dengan tetap melakukan upacara adat serta kegiatan keagamaan di Pura Tanah Lot. Selain itu, mereka juga memberikan edukasi kepada para pengunjung lewat informasi mengenai Pura Tanah Lot yang mereka jelaskan dan sampaikan.
Generasi muda dan perempuan Bali bisa ikut terlibat dalam upacara adat dan kegiatan keagamaan di pura untuk mempertahankan kesucian tempat, mengedukasi wisatawan tentang etika berkunjung dan makna spiritual Tanah Lot melalui media sosial, tur budaya. Dari pengetahuan budaya dan skill yang dimiliki bisa mendorong pengelolaan pariwisata yang berbasis adat dan bekerja sama dengan desa adat agar aktivitas wisata tetap menghormati batas-batas kesakralan, serta menolak atau mengkritisi proyek wisata yang berlebihan atau merusak lingkungan dan nilai budaya lokal. Generasi muda bisa memastikan Tanah Lot tetap dihormati sebagai tempat suci, bukan sekadar objek foto. Dengan pesatnya perkembangan pariwisata di sekitar Tanah Lot, generasi muda dapat memastikan budaya lokal tetap dihargai dengan menjadi storyteller budaya melalui media sosial.